Desa WONGKAY SATU (Hasil Pemekaran dari desa Wongkay)

Wongkay Satu
Batas-batas

Di sebelah utara … berbatasan dengan wilayah Langowan Langowan pegunungan … adalah batas utara desa ini. Di sebelah barat desa Wongkay sebagian perkebunan Wongkay Satu berbatasan dengan perkebunan desa Wongkay desa induk Wongkay Satu. Sedangkan di sebelah timur dengan desa Atep kecamatan Langowan Kec.Langowan Selatan, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan desa Wiau kecamatan Posumaen dan desa Palamba.
[sunting] Jaga (Lingkungan)
Berkas:Jaga 1, Wongkay.jpg
Kantor Lurah Wongkay

Kecamatan Ratahan Timur terdiri atas 4 Jaga berikut:

Jaga 1, Wongkay Satu
Jaga 2, Wongkay Satu
Jaga 3, Wongkay Satu
Jaga 4, Wongkay Satu

Desa Wongkay Satu telah berusia ke-143 pada tahun 2012 dan kini setelah memekarkan menjadi desa terpisah dengan desa [Wongkay]

Desa ini memiliki penduduk sebesar xx1… jiwa dan luas yy2… km2.

Desa ini dialiri air [Sungai Makalu] yang cukup deras sehingga dapat membuat daerah muara sungai kebanjiran akibat meluap setelah hujan deras yang contohnya terjadi September 2011 yang menyebabkan 20 rumah hanyut, desa desa rusak berat. sekalipun curah hujan masih tergolong normal tapi air kiriman dari tempat lain yang masuk ke Sungai Makalu. Sungai sudah tak mampu menampung air, sehingga meluap. Sungai Makalu dapat menjadi tempat [Wisata] [Arung Jeram], juga sudah sempat digunakan oleh para olahragawan arung jeram.

Desa Wongkay yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Desa Pangu desa yang berdekatan dengan pusat kabupaten [Kecamatan Ratahan Timur] disebutkan Bupati Minahasa Tenggara sebagai titik terparah terkena semburan abu vulkanik Soputan 2011 selain [Pangu] dan [Kalatin].

Desa ini memiliki tim musik bambu yang telah turun dari generasi ke generasi menjuarai lomba musik bambu tradisional, bahkan menjadi juara saat lomba tingkat nasional. Juga terdapat Grup tari tradisional Katreli. Kelompok tani MAKALU menjadi kelompoki tani yang memiliki prestasi yang diakui secara nasional yaitu Gapoktan Makalu desa Wongkay dalam mengelola Produk [VCO]

Gapoktan Makalu

[VIRGIN COCONUT OIL (VCO)] REMPAH yang MENYEHATKAN Produk VCO merupakan produk kelapa yang semakin populer selang sepuluh tahun terakhir karena semakin banyak dicari konsumen dan harganya cukup tinggi. Permintaan produk kelapa ini akan terus meninggkat oleh karena adanya informasi bahwa VCO merupakan minyak tersehat di dunia karena mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan.

Sejarah

Sejarah desa ini mulanya didiami oleh penduduk Langowan dari [desa Atep], tapi karena wilayah ini berada di wilayah Ratahan maka penduduk Ratahan mengambil alih pemukiman ini. Daerah sekitar desa Atep Palamba Wongkay Wiau merupakan lokasi Pemukiman kuno, yang dimana dimakamkan Dotu Lumimuut sekitar abad II – V Masehi, desa tua ini sudah ditinggalkan oleh sebab peperangan dan bahaya yang mengancam penduduknya, baik bajak laut [Mindanao], [Moro]. Perang saudara antar keturunan Lumimuut kemudian dapat didamaikan dan berakhir dengan musyawarah di Pinawetengan. Yang mendeklarasikan persatuan, kebersamaan membangun pemerintahan demokrasi, setiap warga berdiri sederajad. [Suku Tountemboan] berdiam disebelah selatan Pinawetengan kemudian dibeberapa abad sekelompok keluarga terus keselatan mendiami dataran Ratahan. Kelompok ini kemudian didatangi kelompok pendatang dari luar pulau mereka bersama-sama membangun Suku yang kemudian dikenal Pasan Ponosakan. Pada abad XIII-XV perairan timur khususnya sekitar bentenan sering diserang musuh dalam memperebutkan pelabuhan Bentenan sebagai benteng pertahanan menjadi sasaran empuk bajak laut merampok karena banyaknya pedagang disini, itu sebabnya Palamba menjadi daerah pertempuran, penduduknya mundur kedaerah [Ratahan] dan [Langowan] untuk melakukan pertahanan bersama dengan pasukan daerah lainnya. Kemudian sekitar abad ke XVI, keturunan dari Toar Lumimuut dari Ratahan, dimasa ini datang beristirahat di Palamba yang waktu itu sudah menjadi hutan rimba, dimana tempat ini menurut anggapan mereka cukup baik dan menyenangkan. Untuk tempat beristirahat mereka mendirikan gubuk dari batang pohon kayu dan daun-daunan. Lama kelamaan untuk memenuhi bekal makanan, mereka mulai membuka perkebunan/huma di tempat itu. Sehingga lama-­kelamaan perkebunan itu makin luas dan orang-orang yang bermukim di situ makin bertambah. Dengan semakin bertambah penduduknya, maka sebagaimana tradisi orang Minahasa dalam suatu perhimpunan penduduk yang sudah cukup banyak, diperlukan seorang pemimpin. Dan oleh karena itu pada sekitar tahun 1600 sampai pada tahun-tahun berikutnya pemukiman tersebut telah dipimpin oleh para Tonaas, yang menguasai sampai perkebunan Wongkay Sehingga dapat dipastikan bahwa desa Wongkay merupakan salah satu desa tua di Minahasa Tenggara. Ini juga dapat dibuktikan dengan adanya waruga (kuburan tua/prasasti) Toar Lumimuut yang ada di sana, dan merupakan tempat pertama orang-orang yang masuk dan menetap di Langowan.(Baca Selengkapnya dalam Buku Sejarah [desa Wongkay] oleh [David DS Lumoindong]).

Semua wilayah di Indonesia termasuk Desa-desa dalam hal ini di Wilayah Kabupaten Minahasa Teggara, Kecamatan Ratahan Timur mulai mengadakan pemekaran desa dimana pada tanggal 28 April 2011 Desa Wongkai terbagi menjadi Dua Desa yaitu Desa Wongkai dan Desa Wongkai Satu. Desa Wongkai Satu di pimpin oleh Pjs. Bpk. Juin Antou dan kemudian mengadakan pemilihan Hukum Tua definitif dan Bpk. Eiler Antou terpilih sebagai Hukum Tua Definitif Desa Wongkai Satu.

Pada tahun 2011 desa Wongkay telah memekarkan diri menjadi dua desa yaitu desa Wongkay dan desa Wongkay Satu.

Pemerintah Desa

Para Kuntua (Kepala desa) yang memerintah desa Wongkay pada saat belum dimekarkan menjadi desa Wongkay dan desa Wongkay satu diantaranya : Bpk Ibrahim Sam Kawuwung, Bpk. Wempi Kosakoy, Bpk.Welly Kosakoy, Bpk. Setly Tarumingi. Kini berturut turut Kuntua desa Wongkay satu adalah : 1. Juin Antou sejak tahun 2011-2011 2. Eiler Antou sejak tahun 2011-kini

Sekolah Dasar

Sekolah masih menggunakan sekolah yang berlokasi di desa Wongkay, yaitu Sekolah Dasar Inpres dan Sekolah Dasar GMIM yang merupakan sekolah yang telah ada cukup lama didesa ini, dari desa ini lahir para tokoh pendidikan di Sulawesi Utara. Diantaranya [Prof.Sientje Kosakoy], [Prof An Kosakoy], [DR.Drs.F.S.Sualang], [Prof.DR.Ir.C.B (Ellen) Pakasi] (anak dari Prof Sin Kosakoy), [Drs.Ibrahim Antou], [Drs.Ellon Antou], dan masih banyak lagi.

Sekolah Menengah Pertama

SMP PGRI Wongkay merupakan satu satunya SMP yang ada di Wongkay yang belum lama ini di sahkan menjadi SMP Negeri 7 Ratahan, telah memiliki gedung dan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang proses kegiatan belajar mengajar, yang berlokasi di desa [Wongkay]

Ekonomi Masyarakat

Sebagian besar masyarakat desa ini adalah petani, bahkan pada tahun 1980 desa ini menjadi salah satu desa yang kaya dengan hasil pertanian, khususnya cengkeh, hanya sayang ketidak stabilan cengkeh membuat desa ini tidak terus semakin maju, justru bahkan berkembang sangat lambat, untuk pengaspalan jalan saja desa ini baru beberapa tahun jalannya diaspal (sekitar tahun 2004). Pertanian penduduk desa sebagian besar sampai melewati batas desa tetangga.

Cerita Rakyat
Banyaknya cerita Rakyat diantaranya mengenai Tete Kolongen, atau mengenai pendirian desa serta perang mempertahankan desa Wongkay, Kisah Permesta.

Potensi Alam

Air Terjun Wongkay, Air Minum Murni Pegunungan, Sungai Makalu (Lokasi Arung Jeram), Goa Alam, Pertanian yang luas, Potensi Kolam Ikan.

Perencanaan Jangka Pendek (tiap 5 tahun)
Perencanaan Jangka Panjang (25-50 tahun)

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s