Kembangkan Papentar salah satu permainan Rakyat., menjadi olahraga favorit

Minahasa adalah negeri yang kaya dengan seni, hanya sayang banyak hasil karya leluhur berupa peralatan musik, sastra, ketrampilan, olahraga yang telah hilang, tidak diingat lagi oleh anak negeri. Beruntunglah bangsa Belanda melalui para missionarisnya yang peduli, maka mereka membuat dokumentasi dan tulisan mengenai segala kekayaan masa lalu. Itu sebabnya melalui data tersebut maka, kembali seni tenun Kain Bentenan kembali dapat dihidupkan kembali.

Salah satu hasil karya asli daerah Minahasa adalah olahraga permainan rakyat, seperti Papentar. Peralatan yang terbuat dari bambu dan tempurung kelapa, sebagai bahan dasarnya, ini mudah didapatkan di Indonesia, sehingga mudah dalam pembuatannya.

Papentar adalah salah satu permainan rakyat yang sudah hampir punah. Tapi beruntunglah masih belum terlambat, baru sekitar 10 tahun tidak dimainkan lagi oleh anak-anak. Juga masih banyak orang tua yang masih mengingat teknik bermain dimasa kecil. Sehingga untuk melestarikan seni ini maka bapak David DS Lumoindong seorang yang memang pemerhati seni sastra daerah, melihat permainan papentar yang menurutnya pernah dimainkan saat masa kecilnya, kini sudah tidak diminati anak2, sehingga perlu di kembangkan dan diramu begitu rupa untuk menarik minat generasi muda. maksudnya menurut beliau, seharusnya generasi muda mulai belajar lebih mencintai hasil karya sendiri atau produk lokal, termasuk dalam olahraga. Justru karena cinta akan permainan tradisional maka, Sepakbola, Badminton, Volly dapat menjadi olahraga yang digemari seluruh dunia. Demikian juga dengan permainan atau seni olahraga daerah jika digemari oleh kita sendiri maka ini akan menarik bagi masyarakat luar untuk mempelajarinya. Apalagi Indonesia sedang menggalakkan sektor pembangunan wisata, maka kegiatan berhubungan dengan tradisional akan menarik minat wisatawan, sehingga akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. para wisatawan mancanegara tidak tertarik datang ke Sulawesi utara hanya untuk belajar Bola, tetapi justru mereka akan tertarik pada yang unik dan belum pernah dilihat di dunia international.

Perlombaan Papentar yang digagas oleh David DSL dan dilaksanakan pada 11 Maret 2012, bersamaan dengan Ulang Tahun Opa Manuel Antou yang ke 89. Lomba tersebut berlangsung sukses, meriah sekalipun dadakan, tetapi mendapat respon positif masyarakat. Bahkan keikutsertaan para orang tua dalam permainan tersebut menambah kemeriahan suasana. Peserta yang berasal dari desa Tatengesan yang juga berhasil menggondol hadiah hiburan . Pertandingan dilangsungkan dengan memainkan Pemain Tunggal dan Peserta Berpasangan.

Papentar yang untuk pertama kalinya dilombakan, menghasilkan para juara Papentar; Selengkapnya Juara 1 Kejuaraan Papentar ini dimenangkan oleh Markus Tanauma memenangkan hadiah; Juara kedua dipegang oleh Lodrik Punusingon; sedangkan ketiga Paulus Wahongan. Lomba yang dibuka oleh Bapak Welly dihadiri masyarakat Wongkay dan Keluarga masyarakat dari Tatengesan, Manado, Langowan.

Tampak dalam foto, Tampak peserta U -12 sedang siap mengarahkan perhatiannya pada sasaran papentar lawan. Peserta gabungan antara Wongkay Tatengesan.  Bapak Sammy Antou dan Petrus (Petu) sebagai Wasit. Sedangkan Ibu Antou dari Langowan turut mengawasi jalannya pertandingan.

Rencananya berlombaan ini akan terus dilaksanakan untuk lebih lagi dikembangkan permainannya dengan hadiah yang lebih besar serta tingkat kesulitan yang lebih besar. Bahkan pertandingan akan diperluas sampai pada tingkat usia lanjut.

Baik Peserta Perorangan, Peserta Ganda, Ganda Campuran, juga. Antar Klub akan ikut dilombakan, selain peralatan dengan pembuatan terbaik dan terindah.

Semoga dengan dimulainya perlombaan Papentar, maka olahraga permainan ini akan menjadi kegemaran masyarakat, sehingga dapat membawa dampak dibidang ekonomi masyarakat. Diharapkan diwaktu yang akan datang akan diikuti peserta dari berbagai kota kabupaten dan provinsi. (Naomi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s